Dr. H.C.Andi Sidomulyo:Ciptakan Pesantren Ramah Anak, Bebas Kekerasan dan Perundungan

Dr. H.C. Kyai Andi Sidomulyo
Bendahara Umum Nasional Germas Perlindungan Perempuan dan Anak Indonesia

Kekerasan maupun perundungan yang terjadi di pondok pesantren harus disikapi dengan serius oleh seluruh pimpinan pesantren. Kejadian-kejadian semacam itu tidak hanya merugikan pesantren yang bersangkutan, tetapi juga dapat merusak citra pesantren secara keseluruhan. Pesantren memiliki peran penting dalam membentuk akhlak generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan, dan setiap bentuk kekerasan bertentangan dengan misi luhur tersebut.

Di era digital saat ini, transparansi dan keterbukaan menjadi hal yang tidak terelakkan. Pesantren yang masih menggunakan kekerasan sebagai metode pendisiplinan santri sebaiknya segera mengubah pendekatan tersebut dengan metode yang lebih mendidik dan humanis. Misalnya, mengganti hukuman dengan tugas-tugas edukatif seperti membersihkan taman, memperbaiki fasilitas umum, atau kegiatan lain yang bermanfaat. Metode seperti ini tidak hanya mendisiplinkan tetapi juga mendidik santri untuk lebih bertanggung jawab dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya.

Apabila pelanggaran yang dilakukan santri sudah melampaui batas yang dapat ditoleransi, pesantren tidak perlu mengambil risiko dengan tindakan kekerasan. Sebagai alternatif, santri tersebut dapat dikembalikan kepada orang tua atau wali untuk mendapatkan pembinaan yang lebih intensif di luar lingkungan pesantren. Hal ini jauh lebih bijak daripada mencederai amanah yang diemban oleh pesantren sebagai lembaga pendidikan berbasis agama.

Pesantren ramah anak menjadi kebutuhan mendesak yang harus diwujudkan di seluruh pelosok negeri. Dengan menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang, pesantren tidak hanya menjaga citra positifnya tetapi juga memastikan generasi penerus bangsa tumbuh menjadi individu yang berakhlak mulia dan berkualitas.

Mari bersama-sama kita wujudkan pesantren yang bebas kekerasan, ramah anak, dan menjadi teladan kebaikan bagi masyarakat luas.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *