Tompi: Keluarga adalah kekuatan,Cinta dan hijrah

Ujungbatu- Di sebuah sudut kecil Ujung Batu, seorang pria bernama Tompi hidup dengan kebahagiaan yang sederhana namun penuh makna. Lahir pada tahun 1996, Tompi dikenal sebagai pria yang memiliki prinsip teguh: biar sedikit asal berkah. Prinsip ini menjadi landasan hidupnya setelah melewati masa lalu yang penuh liku.

Tompi pernah menjadi bagian dari dunia gelap, dunia yang gemerlap dengan musik malam, pergaulan bebas, dan jerat narkoba. Ia hidup dalam bayang-bayang mafia, menikmati sementara namun merasakan kehampaan yang mendalam. Semua berubah ketika ia bertemu dengan seorang wanita sederhana namun penuh kasih, yang kini menjadi istrinya.

Wanita itu tidak hanya menjadi cinta dalam hidupnya, tetapi juga alasan utama Tompi memutuskan untuk hijrah. Ia meninggalkan semua hal yang dulu membuatnya lupa akan tujuan hidup. “Hidup ini terlalu berharga untuk dihabiskan dengan sia-sia,” pikirnya. Sejak menikah, ia bertekad untuk menjadi suami dan ayah yang lebih baik.

Tompi kini bekerja sebagai staf di pondok Rehabilitasi, melayani para korban penyalahgunaan narkoba. Setiap hari, ia menghabiskan waktu mendampingi para binaan yang berjuang keluar dari jerat adiksi, sama seperti yang pernah ia alami. Baginya, pekerjaan ini bukan hanya mata pencaharian, tetapi juga bentuk pengabdian dan cara membalas budi kepada Tuhan yang telah memberinya kesempatan kedua.

Meski gaji yang ia terima tidak besar, Tompi merasa cukup. Bersama istrinya yang penuh pengertian dan kedua anaknya yang ceria, Tompi menjalani hidup dengan rasa syukur. Ia percaya bahwa kebahagiaan tidak diukur dari harta, melainkan dari keberkahan yang mengiringi setiap langkah.

” Keluarga adalah segalanya, Tompi selalu menyempatkan diri untuk meluangkan waktu bersama keluarganya. Liburan menjadi momen yang dinanti-nanti, meskipun hanya ke tempat sederhana seperti taman kota atau pantai terdekat. Baginya, kebersamaan adalah hal paling berharga yang bisa ia berikan kepada istri dan anak-anaknya.

Ketika Tompi menggendong putranya yang masih kecil atau tertawa bersama putrinya yang sedang belajar berjalan, ia merasa seperti pria terkaya di dunia. Kebahagiaan sederhana itu menjadi pengingat bahwa hidup ini adalah tentang siapa yang ada di samping kita, bukan tentang apa yang kita miliki.

Hidup sederhana tidak membuat Tompi menyerah pada impiannya. Ia terus istiqomah menjalani pekerjaannya, membantu para korban narkoba untuk bangkit. Ia juga aktif dalam kegiatan sosial , menjadi panutan bagi banyak orang di lingkungannya. Meski masa lalunya kelam, Tompi membuktikan bahwa setiap orang bisa berubah dan menemukan jalan yang lebih baik.

Kini, Tompi adalah sosok inspiratif di Ujung Batu. Ia bukan hanya suami dan ayah yang penuh cinta, tetapi juga simbol perjuangan dan harapan. Setiap langkah yang ia ambil adalah bukti bahwa kebahagiaan sejati tidak terletak pada gemerlap dunia, melainkan pada hati yang penuh syukur dan keberkahan.

Tompi, pria sederhana dengan hati yang besar, menunjukkan kepada dunia bahwa dengan cinta, iman, dan kerja keras, siapa pun bisa bangkit dari kegelapan dan menemukan cahaya yang sejati.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *